Pages

Sosial media

Wednesday, September 17, 2014

MANUSIA Sebagai Transmitter dan Receiver GETARAN dari dan ke ALAM SEMESTA

Dalam disiplin ilmu Fisika, ada namanya gelombang atau biasa disebut frekuensi. Definisi Frekuensi pada dasarnya adalah jumlah gelombang/ getaran dalam satu detik. Frekuensi ini tidak terlihat, dia terlihat karena ada display (tampilan) yang menjadikan dia terlihat. Dalam teknologi remot kontrol ada namanya Frekuensi Carrier (frekuensi pembawa) frekuensi pembawa ini berfungsi membawa informasi-informasi berupa kode-kode, bisa diartikan Frekuensi Carrier ini membawa frekuensi juga yg berisi informasi. Yang biasanya berupa puls. Puls ini dapat dibaca dengan bahasa biner yang nantinya akan diteruskan dan diolah lagi sesuai program yang diinginkan. 

Remot kontrol sebagai pengirim infromasi, televisi/ DVD/ robot remot dan lain-lain sebagai penerima informasi. Remot kontrol TV tidak mampu meremot DVD dan begitupun sebaliknya, kenapa? Karena  frekuensinya sudah berbeda.  

Dan kita garis bawahi bahwa Frekuensi disini dapat membawa informasi-informasi. Dan frekuensi juga dapat di terima bila frekuensi yg dikirimkan dan yang diterima dalam frekuensi yang sama. Frekuensi berada di alam semesta. Berterbangan bebas di Alam.

Lalu apa hubungannya Frekuensi dengan manusia?

Sebelum saya jawab, pertama Manusia mampu mengirim dan menerima frekuensi. Loh kok bisa? Apa buktinya? Manusia sebagai Penerima frekuensi: contoh sederhananya Seorang ibu terkadang mampu merasakan sakit yang diderita anaknya, entah itu fisik atau psikis. Dan juga kita bisa mendengar orang berbicara. 

Manusia sebagai pengirim frekuensi: contoh sederhananya, saat anda marah tanpa mengucapkan, orang yang ada di depan anda merasakan dan tau bahwa anda sedang marah.


Dari sini kita tarik kesimpulan sementara bahwa manusia sebagai transmitter (pengirim) dan receiver (penerima) getaran. Sama seperti HP, bisa mengirim pesan dan menerima pesan.

Berarti banyak dong informasi yang lalu lalang di alam semesta? Yupss... banyak sekali. Tinggal kita sebagai manusia yang memposisikan sebagai penerima informasi.

Bagaimana dengan Kecerdasan?

Bila di alam semesta ini banyak sekali informasi, ilmu pengetahuan, dan juga suatu makna hidup. Tentunya kita tinggal mengaksesnya saja. Tinggal mengambil saja.

Bagaimana caranya ?

Ada banyak teknik tentunya untuk mengakses, ada sebuah teknik yang dalam buku “crack” yang dikenalkan oleh pak Agung  dengan istilah TII (The Infinite Intelligent). Ada juga teknik On-Line In-Line yang dikembangkan oleh para pakar Patrap.

Bagi saya esensinya sama, meskipun tekniknya ataupun SIMBOLnya berbeda ^_^ hehehe. Dan ini salah satu langkah yang bisa anda coba:
1.       Masuk kedalam diri, dengan sadar nafas. (bisa duduk seperti meditasi, akan tetapi ini bukan esensi, sambil berjalanpun juga bisa, sambil naik motorpun juga bisa, tetap intinya sadar nafas)
2.       Apapun sensasi yang timbul ikuti saja, jangan dilawan, jangan dianalisa dan jangan dipaksa.
3.       Terima, sadari, dan rasakan. Artinya terima sensasi yang muncul, sadari sensasi tersebut, dan rasakan bahkan nikmati kesadaran anda dalam penerimaan sensasi yang anda dapatkan.

Mungkin dari Anda sempat bilang kalo langkahnya ini sangat sederhana, akan tetapi dalam aplikasinya tak sesederhana tulisannya,, hehehe. Selamat mengambil pemahaman yang diberikan Allah melalui semesta. Dan selamat mencoba.

#Symbolic
NET Center

SUFI JALANAN

Hai hai... selamat siang, bertemu lagi deh.. semoga gak bosen-bosen baca tulisan saya. ^_^ . Dimanapun kita berada tentunya banyak guru-guru disekitar kita. Siapapun bisa menjadi guru, dan kali ini saya dapat pelajaran yang luar biasa. Bagi saya dia adalah sufi jalanan.

Di suatu waktu dan temapat ada syukuran di salah satu kerabat. Yang namanya syukuran biasanya makan-makan,,hehehe,, “asek..” gumam dalam hati. Ngobrol ngalor-ngidul dan tiba saatnya kami makan, ada yang aneh dari perilaku dia ini. Bener-bener aneh cara dia makan. Kopi dan nasi di jadikan satu, beberapa makanan buah juga di campur. Tidak biasa nih orang (gumam saya).
-----
Awalnya saya biasah-biasah saja dan tidak mampu menangkap apa yang dimaksud dia ini. Ehh... ternyata, ada makna dibalik simbol (peristiwa) yang diberikan, ada makna di baliknya.

Apa itu?... melepas kemelekatan/ keluar dari kotak / out of the box, apalagi melepas Soul dalam raga ini.

Lidah – lidah sebagai indikator saja saat masuk ke mulut, enak dan tidak enak. Akan tetapi saat diperut makanan itu akan bercampur. Tapi kita sendiri yang memilah-milah antara enak dan tidak enak. Artinya dalam kehidupan ini pasti ada yang pahit dan manis, ada yang menyenangkan dan ada yang tidak mengenakkan. Dan tanpa kita pungkiri kita akan mendapatkan dari sisi dualitas tersebut. Ini berarti masih pada tataran Mind. Artinya masih mendefinisakn enak dan tidak enak.
Perut – saat makanan sudah masuk ke perut makanan itu bercampur jadi satu, entah itu kopi, nasi, daging, buah, air jus, dll. Dari sini yang membedakan. Dalam tataran Soul, semua sama entah itu kamu, dia, mereka, aku, kita, kami, semua sama yaitu satu Jiwa.
***********
Suatu hari lagi juga dia pernah cerita tentang kisahnya saat setelah dia menyelesaikan studinya di salah satu perguruan tinggi jurusan teknik Elektro (arus kuat). Biasanya dia gak pernah cerita-cerita seperti ini, yah... karna saya penasaran, dengan berbagai teknik olah bahasa akhirnya dia mau juga cerita... hehehe. Lanjut cerita, seetelah dia selesai kuliah, dia sempat cari kerja. Tapi dia saat melamar pekerjaan tersebut tidak menggunakan ijazah kuliahnya. Dia hanya menggunakan ijazah SMP. Dari ijaah SMP tersebut dia melamar sebagai Cleaning Service. Singkat cerita akhirnya dia diterima di perusahaan tersebut, walau berijazahkan SMP.

Mungkin ada yang bilang “biasah saja, ya pantesan ijasah SMP ngalamar jadi cleaning service”.

Biasah memang, akan tetapi ditiap perjalanan dia, waktu demi waktu pada suatu saat ada masalah di bagian mesin pada perusahaan tersebut. Dan bila mesin ini rusak, para pekerja tidak bisa melanjutkan aktifitasnya. Saat dia tau bahwa mesin itu rusak, dan dia sempat melihat para teknisi kebingungan untuk memperbaiki mesin tersebut, akhirnya dia menawarkan diri pada komandan teknisi untuk mencoba membantu memperbaiki mesin yang rusak tersebut.
 
Jrengg...... akhirnya mesin bisa dioperasikan lagi. Dan saat itu juga dia ditawari untuk dipindah posisi jadi anggota teknisi dan dia menerimanya. Sampai selang beberapa waktu akhirnya dia bisa memposisikan sebagai Manager Teknisi. Hanya berijazahkan SMP saat melamar. Hmm..
---------
Tentunya anda dapat mengambil kesimpulan sendiri-sendiri dari cerita tersebut. Dan boleh jadi cerita semacam ini juga sudah tidak asing bagi anda. Bagi saya cerita ini menggambarkan Ketidak Terikatan/ pembelajaran ketidak Melekatan terhadap apa yang namanya Title Ijazah,, hehehe. Keberanian dia untuk mencoba mengawali dari bawah tapi kemampuannya mumpuni. Lembaran kertas berupa Ijazah hanyalah Simbol. Ruhnya ada di baliknya. Sesuatu yang tak berwujud tapi mewujud.
*****
Tidak hanya 2 cerita diatas, dia ini terkadang unik. Unik?.. Maksudnya?.. iya unik yang terkadang dia jadi penjual ‘asongan’ di keramaian. Terkadang dia juga menjadi tukang ojek. Padahal dia pintar dan uangnya lumayan lah menurut saya, dan kenalannya juga orang-orang berjabat di pemerintahan. Ditawari kuliah lagi dan gratis oleh beberapa universitas dia tolak.
------
Nah kali ini pelajaran untuk saya adalah melepas keterikatan lagi, Melepas ke Aku-an. Dan dia ini q sebut sebagai sufi jalanan. Simbol-simbol keSufi-an yang terlihat dari sikap melepas kemelekatannya dan melepas keAkuannya dari kemampuannya, hartanya, dan kewibawaannya.
***
Dia ini guru saya sekaligus teman dan sahabat sharing saya. Dan mari belajar bersama dan bertumbuh bersama memaknai di setiap Simbol-Simbol yang lebih esensi.

#Symbolic
NET Center _/|\_


Tuesday, August 5, 2014

8 Hours Self Healing Workshop “Membuka RAHASIA PENYEMBUHAN Diri”

Workshop SELF HEALING "Membuka Rahasia Penyembuhan Diri"

Tahukah Anda bahwa dalam tubuh manusia mempunyai TOMBOL untuk mengaktifkan DOKTER dalam tubuh. DOKTER dalam tubuh dapat mengobati penyakit PSIKIS maupun penyakit FISIK akibat Psikis.

Lalu bagaimana Mengaktifkan TOMBOL tersebut?

Apakah setiap orang mempunyai TOMBOL yang mampu menyembuhkan diri sendiri?

Dimanakah letak TOMBOL tersebut?

Ikuti Workshop SELF HEALING "Membuka Rahasia Penyembuhan Diri"

Thursday, July 10, 2014

NET Center Ramadhan


Thursday, July 3, 2014

ELEKTRONIK SPIRITUAL

Pernahkah anda melihat rangkaian elektronik seperti, sound system, computer, dan Jam digital? Contoh yang akan saya ambil misalnya JAM DIGITAL. Dalam rangkaian jam digital ada 3 komponen utama.
11.       Oscilator (pembangkit frekuensi)
22.       Counter (penghitung/program)
33.       Display (tampilan)
Dalam alur rangkaian bisa di gambarkan sebagai berikut:

OSCILATOR à COUNTER à DISPLAY

Alur kerja rangkaian ini adalah Oscilator akan mempengaruhi Display/ tampilan dari jam digital, yang sebelumnya ada rangkaian Counter sebagai pengolah/ penghitung data. Untuk menghasilkan jam digital, Oscilator di atur dengan frekuensi 1 Hz, yang akan menghasilkan 1 detik. Diambil dari rumus f=1/t, jadi bila f=1 Hz maka t=1s. Dan bila rangkaian Oscilator frekuensinya dinaikan maka Display/tampilannya akan semakin melambat, artinya oscillator akan mempengeruhi display.
-----------------
Lalu bagaimana pemahaman Elektronika dalam ranah spiritual? Bila kita bisa MELIHAT apapun disekitar kita ada DIA, dan juga apa yang kita RASAKAN dan DENGAR juga ada DIA (Tuhan), maka semua akan menjadi Hikmah. “ingatlah Aku, Aku akan ingat kepadamu. (QS. Al Baqarah 152)”. Saat apapun yang kita lihat, dengar dan rasakan ada DIA (Allah) maka apapun informasinya selalau ada HIKMAH, apapun PERISTIWA/ KEJADIAN yang kita alamai, juga selalu ada HIKMAH. 

Output Oscilator bila dirubah menjadi Biner maka hasilnya 01 01 01 dan seterusnya. Artinya 0 tiada dan 1 adalah ada. “Laa Ilahaill Allah” TIADA TUHAN SELAIN ALLAH.
Allah = Sang Sumber.
Allah Bukan Mind,
Allah bukan Body,
Allah bukan kata-kata,
Allah bukan Sifat,
Allah buka Soul,
Allah bukan Agama
Akan tetapi Allah melampaui Segalanya. Bila:
1.Oscilator (Sumber Informasi)
22.  Counter (Body & Mind)
33.  Display (Sikap/ Tindakan)

Ocsilator à Counter à Display

Artinya apapun yang dikeluarkan Oscilator (sumber informasi) itu akan ditangkap oleh Counter (Body & Mind). Counter disini sebagai pengolah data/ informasi dari Oscilator, dan nantinya akan berupa Display (sikap).

Baiklah, lebih gampangnya apapun INFORMASI yang kita dapat, akan ditangkap oleh BODY dan diolah oleh BENAK(Pikiran & Perasaan) kita, yang nantinya akan terimplementasi dalam sebuah SIKAP. Apapun informasinya tergantung kita memaknainya, saat INFORMASI itu adalah sebuah HIKMAH maka akan meningkatkan SPIRITUALITAS kita.

Akan tetapi saat INFORMASI itu dapat memunculkan AMARAH, yah.. itulah yang akan kita dapatkan, bisa jadi action kita atau sikap kita bisa memukul orang atau membanting benda di sekitar kita sebagai bentuk PERWUJUDAN amarah kita sendiri.
------------
Alat Elektronik Jam Digital merupakan bentuk METAFORA kehidupan kita sendiri….

#Salam

Saturday, June 7, 2014

CERITA ANTARA GURU DAN MURID PADA SAAT UJIAN ( Proses dan Instan Bagian I )


G : sesuai peraturan pada saat ujian, dilarang menyotek, memakai alat bantu hp,kertas atau apapun.harus mengerjakan sendiri sesuai kemampuan.

M : wah guru jahat, killer, terllu ketat.dan lain sebagainya.

G : iya g pa2 saya dibenci atau kalian g suka sama saya .

M : saya kalo nilainya jelek dimarahin ya pak sama orang tua bahkan guru mata pelajaranya.

mulailah para murid mengerjakan ujian. dalam proses ujian tersebut. beberapa kali guru mengingatkan hayo g boleh nyontek dan saling menyotek. dan pada akhirnya karena masih tetap saling menyotek atau bekerja sama pada akhirnya salah satu murid dipindahkan kedepan, murid tersebut duduk disamping guru, itu dilakukan sebagai pelajaran untuk yang lain agar tidak terjadi hal tersebut. dan itu hanya bertahan beberapa saat saja dan pada akhirnya setelah diumumkan ujian tinggal 30 menit lagi. disinilah mulai lagi ada saling menyotek. pada saat itu pula guru tersebut langsung mengabil LJK anak-anak yang bekerja sama tersebut, bahkan hppun dirampas karena mencari jawaban melalui hp tersebut. muridpun semakin tidak suka dengan guru tersebut, kemudian

G : maafkan saya telah melakukan hal tersebut, saya melakukan ini semua bukan karena saya jahat ataupun menginginkan nilai kalian jelek. tapi saya melakukan ini karena saya sayang, bahkan peduli dengan kalian, dan ingin mengubah mindset kalian bahwa nilai bukanlah yang nomor 1 dalam sebuah pembelajaran atau mencari ilmu melainkan cara untuk mendapatkan nilai tersebutlah yang terpenting apakah melalui proses ataukah dengan cara instan.

M :  iya pak saya minta maaf.

cerita nyata diatas juga mungkin sudah pernah dirasakan oleh para pelaku pendidikan termasuk saya sendiri. dan saya menyadari apa yang mereka lakukan saya pun pernah melakukan hal yang sama. dimana pada saat harus ada tuntutan nilai harus bagus, kalo tidak bagus tidak naik kelas dan bahkan tidak lulus. disitulah mulai ada tekan dan kecemasan yang pada akhirnya kita lupa akan kemampuan kita sendiri.

pada saat kita menyadari kemampuan kita pada saat itulah kita mulai mengetahui apa yang disebut proses, jika kita sudah melalui proses tersebut maka kita akan lebih tau letak ketidak kemampuan kita berada dimana, setelah kita tahu disitulah kita mulai belajar lagi, mulai dipahami lagi, mulai diteliti lagi. Pada akhirnya semua akan bisa kita lalui keingin untuk dapat hasil yang terbaik.

Tapi terkadang ada pula yang sudah  melalui proses tersebut meraka mendapatkan hasil yang tidak sesui dengan apa yang diinginkan atau diharapkan. Dan disinilah letak proses yang sesungguhnya dimana pada saat kita melalui sesuatu dengan cara instan atau cepat disitu kita masih belum mengetahui hasil dan resiko yang kita dapat contohnya  dari percakapan diatas jika anak mengerjakan ujian dengan cara menyotek pada saat hasilnya kurang baik, yang terjadi adalah menyalahkan orang lain tapi jika hasilnya baik resikonya adalah pada saat guru tahu nilainya baik kemudian dikirimlah anak tersebut mengikuti sebuah olympiade pada akhirnya anak itu akan semakin terpuruk dan lemah karena dihadapkan pada sesuatu yang bukan dari hasilnya sendiri, sehingga nilai baiknya tidak ada sama sekali dari cara maupun hasil.

Tapi berbeda halnya dengan anak yang melalui proses, jika hasilnya tidak baik maka dia akan menyadari bahwa itulah kemampuan saya, dan saya harus tetap berusaha walau selangkah demi selangkah. Jika dicontohkan dari percakapan diatas jika anak tersebut malamnya belajar, kemudian pada saat ujian mengerjakan sendiri pada akhirnya jika hasilnya kurang baik atau jika dalam penilain dia mendapatkan nilai terjelekpun yaitu angka 0 (nol), kemudian anak tersebut tahu letak kekuranganya ada dimana disitu anak tersebut akan belajar dan pada saat ada ujian ulang kemudian ada perubahan nilai dari yang tadinya 0 menjdi 10 atau 0,1. Dan disinilah peranan orang tua dan guru terkadang kurang peka bahwa sekecil apapun perubahan itu jika itu menujukan perkembangan yang lebih baik dari sebelumnya kenapa tidak diakui. Dan dilihat dari sisi baikannya ada pada cara anak tersebut melalui proses.